JAKARTA (JagoanBerita).– Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menegaskan bahwa Bung Karno hingga kini tetap diakui sebagai tokoh yang dihormati dan dikagumi di tingkat internasional.
Din mengaku sangat mengagumi sosok Proklamator Republik Indonesia tersebut. Ia bahkan telah membaca hampir seluruh karya Bung Karno, terutama buku Di Bawah Bendera Revolusi.
Dalam acara Haul ke-56 Bung Karno yang digelar di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (21/6), Din mengatakan bahwa Bung Karno bukan hanya proklamator kemerdekaan, tetapi juga tokoh umat Islam Indonesia yang memiliki pengaruh besar di dunia internasional. Sebagai contoh, saat berkunjung ke Kairo, Mesir, ia menemukan sebuah jalan yang menggunakan nama Ahmad Sukarno.
Pada kesempatan itu, Din mengajak Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) untuk meneladani semangat Bung Karno dengan memprakarsai dialog antarorganisasi massa Islam guna membahas berbagai persoalan kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Menurutnya, Bamusi sebagai organisasi sayap Islam PDI Perjuangan dapat menjadi motor penggerak dialog tersebut, mulai dari mengundang peserta hingga menyediakan fasilitas yang diperlukan.
Din menilai Bung Karno dikenal sebagai sosok pemersatu bangsa yang mampu merangkul keberagaman agama, suku, dan golongan. Karena itu, nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno seharusnya diteruskan dalam bentuk tindakan nyata, bukan sekadar dikenang.
Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menekankan pentingnya kontribusi pemikiran dari berbagai organisasi Islam untuk memberikan masukan kepada pemerintah agar jalannya pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto tetap terarah dan terukur.
Sebagai contoh, Din menyoroti keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang digagas Amerika Serikat. Menurutnya, Bung Karno kemungkinan besar tidak akan mendukung langkah tersebut karena sejak dahulu beliau konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina tanpa syarat.
Lebih lanjut, Din menyebut Bung Karno memiliki sejumlah karakter penting yang patut diteladani. Selain dikenal sebagai pemersatu bangsa, Bung Karno juga berhasil memadukan wawasan kebangsaan dan keagamaan, mampu menjalin hubungan dengan berbagai tokoh lintas pemikiran, serta konsisten mengusung konsep Tri Sakti.
Ia kemudian mempertanyakan sejauh mana nilai-nilai Tri Sakti benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa saat ini, khususnya terkait kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam bidang kebudayaan.
Ajakan Din Syamsuddin tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Dewan Penasihat PP Bamusi, Ahmad Basarah. Menurutnya, dialog yang terbuka dan jujur menjadi sarana penting untuk mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Dukungan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Umum PP Bamusi, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Gresik dan Lamongan itu bahkan mengusulkan agar dialog antarormas Islam tersebut dapat segera direalisasikan, bila perlu pada Juli mendatang.***
Dandim 0611/Garut Jadi Narasumber Penyerapan Aspirasi Masyarakat, Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah
FKGOL: Jangan Biarkan Kasus Tunjangan DPRD Padam Seperti Kuningan Caang
Yaqut Masih dalam Masa Pemulihan, KPK Terus Pantau Kondisi Kesehatannya
Sidang Korupsi Sudewo, Saksi Sebut Rp721 Juta Disiapkan untuk Fee Komisi V
META dan Komdigi Bentuk Tim Bersama untuk Perangi Spam Judi Online
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!