KAB. BANDUNG (JagoanBerita).– Munculnya foto tumpukan sampah yang menutupi aliran Sungai Citepus di wilayah Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, yang sempat menyebar luas dan viral di media sosial, langsung disikapi cepat oleh Tim Pentahelix Dayeuhkolot.
Tak menunggu lama, Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan sekaligus memastikan kondisi di lapangan. Hadir pula Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi, Lurah Pasawahan Gandung Audi, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Rana selaku Kepala UPTD.
Di lokasi, Tri Rahmanto menjelaskan sampah yang menumpuk di aliran sungai itu bukan berasal dari warga sekitar, melainkan sampah "kiriman" yang terbawa arus dari wilayah Kota Bandung.
"Tumpukan sampah tersebut hanya singgah sebentar atau sekadar transit di sini. Biasanya saat pagi hari terlihat menumpuk banyak sekali, namun pada siang harinya sampah itu kembali hanyut terbawa arus dan mengalir terus menuju Sungai Citarum," jelas Tri saat meninjau ke lokasi, Kamis (20/8/2026).
Melihat kondisi yang berulang ini, Pentahelix Dayeuhkolot pun memiliki usulan solusi yang konkret. Tim mengajukan agar pihak berwenang segera memasang jaring penangkap sampah atau trash bag di titik-titik strategis aliran sungai.
Tujuannya agar sampah kiriman dari hulu, terutama dari Kota Bandung, dapat terjaring lebih awal, tidak menumpuk di wilayah Dayeuhkolot, dan tidak langsung hanyut masuk ke badan Sungai Citarum.
"Sebenarnya kita di Dayeuhkolot adalah yang dirugikan dan jadi korban kiriman sampah. Padahal sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari Kota Bandung," ujar Tri Rahmanto.
Tri menambahkan, usulan ini sebenarnya sudah pernah disampaikan pihaknya beberapa bulan yang lalu dalam rapat koordinasi lintas wilayah.
"Kami sudah mengusulkan hal ini saat rakor bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami berharap usulan tersebut segera ditindaklanjuti bersama agar masalah sampah kiriman ini tidak terus-menerus menjadi beban dan merusak lingkungan di wilayah kita," tegasnya.
Pentahelix Dayeuhkolot menegaskan akan terus memantau kondisi aliran sungai di wilayahnya dan mengajak seluruh pihak terkait untuk bersinergi menuntaskan masalah sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, agar benar-benar terselesaikan di lapangan.(**)
Jembatan Sementara Miring Diterjang Hanyutan Pohon, Pentahelix Dayeuhkolot Langsung Bergerak Cepat
KDS Ajak Warga Jadi Pahlawan Kekinian, Isi Kemerdekaan dengan Karya dan Kebaikan
Kisah Inspiratif Auliana, Mahasiswa Telkom University yang Hadir Menjadi Solusi di Tengah Masalah Lingkungan
Kasus HIV/AIDS Meningkat, Pemkab Kuningan Diminta Perkuat Pencegahan
Pemkab Bandung Perkuat Pembinaan Nakes Usai Kasus Bullying Pasien
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!